Showing posts with label Nasihat Islam. Show all posts
Pemikiran yang baik untuk meraih kesuksesan
Posted by Ozenk Articles on
Filed within
Islamic,
Nasihat Islam
Muhammad Ali mengatakan bahwa sang juara dihasilkan dari keinginan, impian, dan visi.
Sementara, Dennis Waitley, mengatakan bahwa pemenang selalu mengatakan 'saya akan' dan 'saya bisa'. Ini adalah pekerjaan pikiran.
Memang
tidak nyata tetapi akan membawa dampak yang luar biasa bagi kehidupan
Anda jika pikiran Anda sudah terkondisikan seperti yang dijelaskan di
atas.
Kenapa Sukses Dimulai Dari Pikiran, Bukan Tindakan
Keinginan
datang dari pikiran. Sementara semua orang memiliki pikiran, jadi semua
orang bisa memiliki keinginan. Bahkan, memang semua orang punya
keinginan, siapa yang tidak? Lalu mengapa tidak semua orang menjadi
orang sukses?
Tentu saja keinginan yang membawa kepada kesuksesan berbeda dengan keinginan biasa. Keinginan yang membawa kepada sukses
adalah keinginan yang sangat jelas dan keinginan yang memberikan
dorongan yang besar untuk mencapainya. Bukan sekedar keinginan yang bila
tercapai tidak membawa dampak, begitu juga jika tidak. Bukan juga
keinginan yang samar, seperti "saya ingin bahagia" dan "saya ingin
kaya".
Apa bedanya keinginan dan impian? Impian adalah bagian dari
keinginan. Impian memiliki makna lebih khusus, impian digunakan untuk
keinginan yang besar, keinginan yang menurut kebanyak orang sulit atau
tidak mungkin dicapai. Sudahkah Anda punya impian? Sementara visi adalah
gambaran dari impian tersebut dimana impian tersebut seakan-akan sudah
Anda capai.
Visi adalah gambaran Anda masa depan, saat semua keinginan Anda tercapai.
Al Quran, dengan indah membangun visi manusia.
Visi
saat berada di surga. Gambaran indah surga seakan-akan sudah terjadi
pada diri kita. Gambar surga yang indah begitu sering diulang-ulang
dalam Al Quran dan juga kita dianjurkan untuk membaca Al Quran sesering
mungkin. Hikmah yang bisa kita ambil adalah agar visi kita diakhirat
tersebut melekat dalam kepala kita sehingga memiliki dorongan kuat untuk
mencapainya.
Berikut adalah salah satu contoh bagaimana gambaran surga diberitahukan kepada manusia.
Dan
sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat
baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir
sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam
surga-surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang pernah diberikan
kepada kami dahulu." Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk
mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di
dalamnya. (QS Al Baqarah[2]:25)
Masih banyak lagi gambaran indah tentang surga baik dalam ayat Al Quran maupun hadits.
Jelas sudah, bahwa sukses dimulai dari pikiran,
sebab pikiran yang positif akan mengakibatkan tindakan positif, dan
tindakan positif akan mengantarkan Anda pada sukses. Tidak pernah ada
tindakan tanpa dilandasi oleh pikiran. Bahkan, gerakan refleks pun
karena pikiran Anda sudah terkondisikan untuk melakukan hal tersebut
secara otomatis. Sudah ada polanya dalam pikiran Anda.
Pikiran Positif
Pikiran
positif, yang salah satunya memiliki visi hidup yang jelas baik dunia
maupun akhirat insya Allah akan membawa kita kepada keberhasilan.
Pikiran positif lainnya ialah selalu berkata 'saya bisa' dan 'saya
akan'. Meskipun secara islami akan lebih baik jika di tambah dengan kata
insya Allah. Kata-kata 'saya akan' dan 'saya bisa' adalah refleksi dari
pikiran positif yang tidak menyerah pada keadaan, apapun keadaan yang
dilaluinya.
Setelah memahami bahwa sukses dimulai dari pikiran,
artinya mulai sekarang kita harus berusaha untuk meningkatkan pola
pikir kita sehingga memiliki pikiran positif. Ubahlah cara berpikir
Anda, maka hidup Anda akan berubah.
Implementasi Sukses Dimulai Dari Pikiran
OK, saya sudah memahami, bahwa sukses dimulai dari pikiran.
Lalu, apa yang harus dilakukan? Nah lho! Bukan "yang harus dilakukan",
tetapi "apa yang harus dipikirkan" atau "apa yang ada di dalam pikiran
Anda."
- Arahkan pikiran Anda pada hal-hal yang positif. Ada banyak yang bisa masuk ke dalam pikiran, dari pembicaraan, dari media, dan sebagainya. Mulai sekarang Anda mulai melatih mengarahkan pikiran Anda. Salah satunya fokuslah pada apa yang sudah Anda miliki saat ini. Bersyukur adalah salah satu memfokuskan kepada hal yang positif. Bagaimana cirinya pikiran Anda sudah mengarah kepada yang positif? Mudah saja, jika Anda sudah merasa bahagia dan optimis, artinya Anda sudah mampu mengarahkan pikiran Anda. Latihlah terus.
- Dominasi pikiran Anda dengan hal-hal yang positif. Pikiran negatif akan mudah masuk ke dalam pikiran kita. Untuk itu, kita harus mengalahkan pikiran negatif yang masuk dengan cara menambahkan dominasi pikiran positif. Bukan hanya menambah kuantitas, tetapi juga meningkatkan kualitas pikiran Anda. Caranya saya jelaskan di Beautiful Mind Power.
Ada
satu hal yang penting. Ini adalah langkah awal yang tidak boleh
terlewat sebagai fondasi sukses Anda. Apa itu? Keyakinan yang mantap,
kuat, dan tidak tergoyahkan bahwa sukses dimulai dari pikiran.
Point Penting Meraih Kesuksesan
Posted by Ozenk Articles on
Filed within
Islamic,
Nasihat Islam
Ada dua point penting yang perlu anda ketahui untuk menjadi sukses, pertama adalah Anda
melakukan cara tertentu untuk meraih sukses, kedua Allah mengijinkan
Anda untuk sukses.
Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakal berserah diri [12.67]
Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha. [25.47]
Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki suatu keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.(ar-Ra’d: 11)
Kita disuruh berusaha, tetapi usaha tertentu yang bisa membuat Anda bisa sukses (bukan sembarang usaha), karena yang menjadikan orang sukses ialah karena mereka melakukan usaha tertentu yang benar yang akan membuat Anda bisa sukses. Bagaimanapun kerasnya Anda berusaha jika usaha yang Anda lakukan salah maka Anda tidak akan berhasil.
Sukses juga tidak ditentukan oleh modal, sudah banyak contoh orang sukses tanpa modal (sukses dalam bisnis). Jadi tidak ada alasan Anda tidak mau mengejar sukses karena terhambat modal. Mendapatkan modal adalah bagian dari langkah menuju sukses, bukan penentu. Karena banyak juga yang sudah punya modal tidak sukses.
Pada intinya Anda bisa sukses tidak peduli dimana Anda berada, tidak peduli apa pendidikan Anda bahkan tidak peduli Anda punya uang atau tidak sekarang. Yang penting Anda mau melakukan cara yang benar untuk meraih sukses.
Allah SWT berfirman:
Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (QS. Al Mulk 15).
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. ....(QS. An Nisa 29).
04. Bertekad Menjadi Wirausahawan
Dalam tafsir Al Baghawy tentang QS. Al Mulk 15 di atas diterangkan bahwa Allah SWT telah menciptakan apa saja yang ada di bumi sebagai rizki bagi manusia, dan bumi dimudahkan dan ditundukkan untuk manusia, sehingga manusia disuruh berjalan di pelosok buminya untuk memakan rizki-Nya. Ini selaras dengan firman Allah SWT:
Dan Apakah mereka tidak melihat bahwa Sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka Yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya? Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; Maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka Mengapakah mereka tidak bersyukur? (QS, Yasin 71-73).
Juga firman-Nya:
Tidakkah kamu perhatikan Sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan. (QS. Luqman 20).
Ayat-ayat di atas semua memberikan inspirasi bahwa Allah SWT telah memberikan kepada kita semua rizki sepenuh bumi, kecuali sedikit yang Allah haramkan. Sehingga terserah kita bagaimana berfikir dan berkreasi menggunakan nikmat kecerdasan akal kita untuk menguasainya, mengelolanya, dan memanfaatkannya sebagai sarana hidup kita dalam rangka ibadah kepada Allah SWT.
Dan Allah SWT memberikan batasan bahwa kepemilikan dan penguasaan atas rizki yang Dia ciptakan adalah dengan hokum syara’ yang menjadi izinnya. Oleh karena itu, manusia dilarang mengambil harta secara zalim seperti mencuri, korupsi, merampas, merampok, dll. Jalan menguasai harta yang diizinkan Allah SWT secara umum adalah bekerja dan berusaha, serta berbisnis atau berdagang. Berbisnis atau berdagang yakni melakukan pertukaran barang kepemilikan dengan saling ridlo. Inilah yang dimaksud dalam QS. An Nisa 29. Dengan bekal prinsip-prinsip dasar tentang kekayaan, rizki dan kepemilikan ini setiap muslim secara mendasar siap terjun sebagai wirausahawan yang dijanjikan kekayaan oleh Allah di dunia dan kedudukan yang tinggi di akhirat. Nabi Muhammad saw. bersabda:
Pedagang/pebisnis yang jujur bersama para Nabi, shiddiqin, dan syuhada. (Al Mustadrak ala Shahihain Juz 2/7).
05. Menjadi Kaya untuk Memberdayakan Sesama
Pedagang/pebisnis/wirausahawan yang jujur yang telah mengoptimalkan segala kreativitasnya untuk melakukan aktivitas usaha/bisnis, apalagi dia yang sudah berjalan di seluruh pelosok bumi, akan dikarunia kekayaan yang besar. Namun kekayaannya adalah untuk bisa memberdayakan para karyawannya, bukan memperdayainya. Sebab taqdir Allah tidak semua manusia dibuat kaya dan tidak semua dibuat miskin. Allah SWT berfirman:
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (QS. Az Zukhruf 32)
06. Menjadi Wirausahawan yang Tidak Lupa Diri sebagai Hamba Allah
Allah Swt berfirman:
Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sholat, dan (dari) membayarkan zakat. mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (QS. An Nuur 37)
Bagaimana cara agar kita tidak lupa diri bahwa kita adalah hamba Allah? Jawabannya adalah selalu mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Untuk itu tiga hal pokok yang perlu senantiasa dilakukan, yakni senantiasa membaca ayat-ayat Al Quran, menegakkan sholat lima waktu, dan memberikan sebagian rizki Allah yang diperoleh dengan membayar zakat maupun shodaqoh, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi. Allah SWT menyebut orang-orang yang melakukan tiga hal pokok itu sebagai orang-orang yang bisnisnya tidak akan rugi. Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, (QS. Faathir 29).
Oleh karena itu, wirausahawan yang sukses dunia akhirat adalah wirausahawan atau pebisnis yang betul-betul mengoptimalkan segala kekayaan dan potensi yang Allah berikan kepadanya untuk sebesar-besarnya perolehan di hari akhirat kelak. Dia adalah orang yang selalu berorientasi kepada akhirat dengan memanfaatkan segala kekayaan dunia yang dimilikinya. Allah SWT berfirman:
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. Al Qashash 77)
Wirausahawan yang sukses dunia akhirat adalah orang yang sangat kreatif untuk mengadakan produk-produk dan amal-amal baru yang bermanfaat dunia akhirat yang senantiasa menyertai doanya kepada Allah SWT:
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka" (QS. Al Baqarah 201).
Semoga kita termasuk orang seperti itu, Amien ya Mujibas Saailin. (*)
Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah; kepada-Nya-lah aku bertawakal dan hendaklah kepada-Nya saja orang-orang yang bertawakal berserah diri [12.67]
01. Anda Bisa Sukses Jika Mau Berusaha
Meskipun ada faktor nasib disini, tetapi bukan berarti kita tidak harus berusaha, hanya menunggu nasib dari Allah. Allah sendiri yang memerintahkan kita untuk berusaha. Seperti didalam firman-Nya:Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha. [25.47]
Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki suatu keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.(ar-Ra’d: 11)
Kita disuruh berusaha, tetapi usaha tertentu yang bisa membuat Anda bisa sukses (bukan sembarang usaha), karena yang menjadikan orang sukses ialah karena mereka melakukan usaha tertentu yang benar yang akan membuat Anda bisa sukses. Bagaimanapun kerasnya Anda berusaha jika usaha yang Anda lakukan salah maka Anda tidak akan berhasil.
02. Anda Bisa Sukses Meski Pun Linkungan Tidak Mendukung
Sukses tidak disebabkan oleh lingkungan. Bagaimanapun lingkungan Anda, tetap, Anda bisa sukses. Ada orang yang sukses dari lingkungan kota, ada juga dari desa. Jika Anda seorang karyawan, ada juga karyawan yang sukses, jika Anda seorang pengusaha ada pengusaha yang sukses, bahkan jika Anda seorang pemulung, ada juga yang sukses. Meskipun Anda seorang presiden tidak dijamin Anda akan sukses. Sudah ada contoh bahwa seorang presiden mengakhiri hidupnya dengan tragis. Kesimpulannya lingkungan atau profesi tidak menentukan Anda bisa sukses atau tidaknya.03. Anda Bisa Sukses Meski Pun Modal Kecil dan Pendidikan Tidak Tinggi
Begitu juga dengan kepandaian maupun gelar tidak menjamin akan sukses. Banyak yang bergelar doktor maupun profesor tidak mendapatkan kesuksesan, tetapi disisi lain lulusan SD ada yang sukses.Sukses juga tidak ditentukan oleh modal, sudah banyak contoh orang sukses tanpa modal (sukses dalam bisnis). Jadi tidak ada alasan Anda tidak mau mengejar sukses karena terhambat modal. Mendapatkan modal adalah bagian dari langkah menuju sukses, bukan penentu. Karena banyak juga yang sudah punya modal tidak sukses.
Pada intinya Anda bisa sukses tidak peduli dimana Anda berada, tidak peduli apa pendidikan Anda bahkan tidak peduli Anda punya uang atau tidak sekarang. Yang penting Anda mau melakukan cara yang benar untuk meraih sukses.
Allah SWT berfirman:
Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya. dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan. (QS. Al Mulk 15).
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. ....(QS. An Nisa 29).
04. Bertekad Menjadi Wirausahawan
Dalam tafsir Al Baghawy tentang QS. Al Mulk 15 di atas diterangkan bahwa Allah SWT telah menciptakan apa saja yang ada di bumi sebagai rizki bagi manusia, dan bumi dimudahkan dan ditundukkan untuk manusia, sehingga manusia disuruh berjalan di pelosok buminya untuk memakan rizki-Nya. Ini selaras dengan firman Allah SWT:
Dan Apakah mereka tidak melihat bahwa Sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka Yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya? Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; Maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan. Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka Mengapakah mereka tidak bersyukur? (QS, Yasin 71-73).
Juga firman-Nya:
Tidakkah kamu perhatikan Sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa kitab yang memberi penerangan. (QS. Luqman 20).
Ayat-ayat di atas semua memberikan inspirasi bahwa Allah SWT telah memberikan kepada kita semua rizki sepenuh bumi, kecuali sedikit yang Allah haramkan. Sehingga terserah kita bagaimana berfikir dan berkreasi menggunakan nikmat kecerdasan akal kita untuk menguasainya, mengelolanya, dan memanfaatkannya sebagai sarana hidup kita dalam rangka ibadah kepada Allah SWT.
Dan Allah SWT memberikan batasan bahwa kepemilikan dan penguasaan atas rizki yang Dia ciptakan adalah dengan hokum syara’ yang menjadi izinnya. Oleh karena itu, manusia dilarang mengambil harta secara zalim seperti mencuri, korupsi, merampas, merampok, dll. Jalan menguasai harta yang diizinkan Allah SWT secara umum adalah bekerja dan berusaha, serta berbisnis atau berdagang. Berbisnis atau berdagang yakni melakukan pertukaran barang kepemilikan dengan saling ridlo. Inilah yang dimaksud dalam QS. An Nisa 29. Dengan bekal prinsip-prinsip dasar tentang kekayaan, rizki dan kepemilikan ini setiap muslim secara mendasar siap terjun sebagai wirausahawan yang dijanjikan kekayaan oleh Allah di dunia dan kedudukan yang tinggi di akhirat. Nabi Muhammad saw. bersabda:
Pedagang/pebisnis yang jujur bersama para Nabi, shiddiqin, dan syuhada. (Al Mustadrak ala Shahihain Juz 2/7).
05. Menjadi Kaya untuk Memberdayakan Sesama
Pedagang/pebisnis/wirausahawan yang jujur yang telah mengoptimalkan segala kreativitasnya untuk melakukan aktivitas usaha/bisnis, apalagi dia yang sudah berjalan di seluruh pelosok bumi, akan dikarunia kekayaan yang besar. Namun kekayaannya adalah untuk bisa memberdayakan para karyawannya, bukan memperdayainya. Sebab taqdir Allah tidak semua manusia dibuat kaya dan tidak semua dibuat miskin. Allah SWT berfirman:
Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan Kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan. (QS. Az Zukhruf 32)
06. Menjadi Wirausahawan yang Tidak Lupa Diri sebagai Hamba Allah
Allah Swt berfirman:
Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan sholat, dan (dari) membayarkan zakat. mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (QS. An Nuur 37)
Bagaimana cara agar kita tidak lupa diri bahwa kita adalah hamba Allah? Jawabannya adalah selalu mendekatkan diri kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Untuk itu tiga hal pokok yang perlu senantiasa dilakukan, yakni senantiasa membaca ayat-ayat Al Quran, menegakkan sholat lima waktu, dan memberikan sebagian rizki Allah yang diperoleh dengan membayar zakat maupun shodaqoh, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi. Allah SWT menyebut orang-orang yang melakukan tiga hal pokok itu sebagai orang-orang yang bisnisnya tidak akan rugi. Allah SWT berfirman:
Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, (QS. Faathir 29).
Oleh karena itu, wirausahawan yang sukses dunia akhirat adalah wirausahawan atau pebisnis yang betul-betul mengoptimalkan segala kekayaan dan potensi yang Allah berikan kepadanya untuk sebesar-besarnya perolehan di hari akhirat kelak. Dia adalah orang yang selalu berorientasi kepada akhirat dengan memanfaatkan segala kekayaan dunia yang dimilikinya. Allah SWT berfirman:
Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. (QS. Al Qashash 77)
Wirausahawan yang sukses dunia akhirat adalah orang yang sangat kreatif untuk mengadakan produk-produk dan amal-amal baru yang bermanfaat dunia akhirat yang senantiasa menyertai doanya kepada Allah SWT:
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan Kami, berilah Kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah Kami dari siksa neraka" (QS. Al Baqarah 201).
Semoga kita termasuk orang seperti itu, Amien ya Mujibas Saailin. (*)
Sertakan dzikir dalam setiap langkahmu (Al-Ahzab : 41)
Posted by ozenk potgieter/محمد بحر العلوم on
Filed within
Islamic,
Nasihat Islam
Allah Ta'ala berfirman :
Setiap kita, tentu telah mengetahui bahwasanya Islam menganjurkan pemeluknya untuk berdzikir kepada Alloh SWT dimana dan kapan pun berada. Agar kita diberikan keringanan untuk mengamalkan dzikir tersebut, mari kita pahami sedikit ilmu seputar dzikir.
Kata ‘dzikir’ memiliki banyak arti tergantung dari media yang digunakan. Media tersebut bisa berupa hati/pikiran, lisan, atau perbuatan. Saat hati/pikiran yang dijadikan media, maka dzikir bermakna mengingat Alloh SWT. Saat lidah yang dijadikan media, maka dzikir bermakna menyebut nama dan sifat yang indah/terpuji serta kalimat-kalimat dzikir lainnya yang ada dalam al-quran dan hadits. Sementara itu, kalau anggota tubuh yang dijadikan media, maka dzikir berarti ketaatan terhadap Alloh dan rosulnya.
Setiap media tersebut, kalau dilakukan dengan penuh keikhlasan, maka darinya akan mendapatkan kebaikan. Namun yang lebih utama adalah mengintegrasikan ketiga media tersebut, yakni hati/pikiran dan lisan serta bermuara pada ketaatan yang konsisten. Saat keseharian hidup kita difokuskan untuk mengerjakan ketaatan, maka secara tidak langsung kita sedang mengingat-Nya (dzikir). Rosululloh bersabda, “Barang siapa yang taat kepada Alloh, maka sungguh ia sedang dzikir kepada Alloh”.
Banyak kalimat dzikir yang diajarkan dalam islam misalnya Subhanalloh, Alhamdulilah, Allohu akbar, Laa ilaha illalloh dan lain sebagainya. Kalimat ini sangatlah ringan diperbuat namun banyak menuai pahala.
Saat kita berdzikir, sesungguhnya kita tidak melakukannya sendirian. Melainkan ditemani semua makhluq yang di alam semesta. Dikatakan dalam al-quran, semua makhluq memuji kebesaran tuhan, akan tetapi kita tidak memahami bahasa yang mereka gunakan. Salah seorang ulama mengatakan, boleh jadi saat kita membuka pintu dan terdengar suara pintu. Itu adalah bagian cara dia bertasbih kepada Alloh. Begitu pula dengan suara kilat, petir, sungai, awan, angin, dan lain sebagainya.
Saat kita berdzikir dengan lidah, maka hati dan pikiran haruslah mengawalnya. Agar dzikir yang dilakukan tidak kosong atau ngelantur. Berusahalah konsentrasi dan fokus untuk mengawal perjalanan dikir yang kita lakukan, dan yakinlah Alloh maha mendengar dan akan merespon apa yang diucapkan.
Dzikir utama yang diajarkan Islam adalah membaca alquran. Al-Quran akan datang memberikan pertolongan kepada orang yang membacanya. Untuk itu berkomitmenlah untuk tidak melewatkan sehari semalam tanpa membaca al-Quran meskipun minimal satu ayat. Al-Quran adalah penawar hati dan pikiran, serta obat secara fisik. Ia memberi kesembuhan sekaligus rahmat bagi orang muslim.
Dengan memperbanyak dzikir kepada Alloh, maka kelak di yaumul akhir kita akan mendapatkan syafa’at karenanya. Saat berada di padang mahsyar, manusia akan berada dalam rasa panik dan mencari perlindungan. Pertama tama manusia ’mengemis’ kepada nabi nuh untuk meminta sya’faat. Namun, nabi Nuh tidak bisa memberikannya, malah ia menganjurkan meminta kepada nabi Ibrahin.
Saat menemui Nabi Ibrahim, beliau pun tidak bisa memberikan syafa’at, dan menganjurkan meminta kepada nabi Musa. Begitu pula nabi Musa. Ia tidak bisa memberikan syafa’at dan menganjurkan meminta kepada Isa. Seperti halnya nabi sebelumnya, nabi Isa pun tidak bisa memberikan syafa’at dan dia menyarankan meminta kepada nabi Muhammad.
Sampailah manusia menemui nabi Muhammad, dan beliau bersabda, “Saya tidak berhak memberi pertolongan kecuali atas izin Alloh”. Selanjutnya Alloh berfirman, “Berikan syafa’at kepada siapapun yang berhak mendapatkannya, kecuali orang yang rajin membaca Laa ilahaillalloh, karena Aku-lah yang langsung memberi syafa’at kepadanya”.
Hai Orang-orang yang beriman, sebutlah Allah (berdzikirlah) dengan zikir yang sebanyak-banyaknya. ( Al-Ahzab : 41 ).
Setiap kita, tentu telah mengetahui bahwasanya Islam menganjurkan pemeluknya untuk berdzikir kepada Alloh SWT dimana dan kapan pun berada. Agar kita diberikan keringanan untuk mengamalkan dzikir tersebut, mari kita pahami sedikit ilmu seputar dzikir.
Kata ‘dzikir’ memiliki banyak arti tergantung dari media yang digunakan. Media tersebut bisa berupa hati/pikiran, lisan, atau perbuatan. Saat hati/pikiran yang dijadikan media, maka dzikir bermakna mengingat Alloh SWT. Saat lidah yang dijadikan media, maka dzikir bermakna menyebut nama dan sifat yang indah/terpuji serta kalimat-kalimat dzikir lainnya yang ada dalam al-quran dan hadits. Sementara itu, kalau anggota tubuh yang dijadikan media, maka dzikir berarti ketaatan terhadap Alloh dan rosulnya.
Setiap media tersebut, kalau dilakukan dengan penuh keikhlasan, maka darinya akan mendapatkan kebaikan. Namun yang lebih utama adalah mengintegrasikan ketiga media tersebut, yakni hati/pikiran dan lisan serta bermuara pada ketaatan yang konsisten. Saat keseharian hidup kita difokuskan untuk mengerjakan ketaatan, maka secara tidak langsung kita sedang mengingat-Nya (dzikir). Rosululloh bersabda, “Barang siapa yang taat kepada Alloh, maka sungguh ia sedang dzikir kepada Alloh”.
Banyak kalimat dzikir yang diajarkan dalam islam misalnya Subhanalloh, Alhamdulilah, Allohu akbar, Laa ilaha illalloh dan lain sebagainya. Kalimat ini sangatlah ringan diperbuat namun banyak menuai pahala.
Saat kita berdzikir, sesungguhnya kita tidak melakukannya sendirian. Melainkan ditemani semua makhluq yang di alam semesta. Dikatakan dalam al-quran, semua makhluq memuji kebesaran tuhan, akan tetapi kita tidak memahami bahasa yang mereka gunakan. Salah seorang ulama mengatakan, boleh jadi saat kita membuka pintu dan terdengar suara pintu. Itu adalah bagian cara dia bertasbih kepada Alloh. Begitu pula dengan suara kilat, petir, sungai, awan, angin, dan lain sebagainya.
Saat kita berdzikir dengan lidah, maka hati dan pikiran haruslah mengawalnya. Agar dzikir yang dilakukan tidak kosong atau ngelantur. Berusahalah konsentrasi dan fokus untuk mengawal perjalanan dikir yang kita lakukan, dan yakinlah Alloh maha mendengar dan akan merespon apa yang diucapkan.
Dzikir utama yang diajarkan Islam adalah membaca alquran. Al-Quran akan datang memberikan pertolongan kepada orang yang membacanya. Untuk itu berkomitmenlah untuk tidak melewatkan sehari semalam tanpa membaca al-Quran meskipun minimal satu ayat. Al-Quran adalah penawar hati dan pikiran, serta obat secara fisik. Ia memberi kesembuhan sekaligus rahmat bagi orang muslim.
Dengan memperbanyak dzikir kepada Alloh, maka kelak di yaumul akhir kita akan mendapatkan syafa’at karenanya. Saat berada di padang mahsyar, manusia akan berada dalam rasa panik dan mencari perlindungan. Pertama tama manusia ’mengemis’ kepada nabi nuh untuk meminta sya’faat. Namun, nabi Nuh tidak bisa memberikannya, malah ia menganjurkan meminta kepada nabi Ibrahin.
Saat menemui Nabi Ibrahim, beliau pun tidak bisa memberikan syafa’at, dan menganjurkan meminta kepada nabi Musa. Begitu pula nabi Musa. Ia tidak bisa memberikan syafa’at dan menganjurkan meminta kepada Isa. Seperti halnya nabi sebelumnya, nabi Isa pun tidak bisa memberikan syafa’at dan dia menyarankan meminta kepada nabi Muhammad.
Sampailah manusia menemui nabi Muhammad, dan beliau bersabda, “Saya tidak berhak memberi pertolongan kecuali atas izin Alloh”. Selanjutnya Alloh berfirman, “Berikan syafa’at kepada siapapun yang berhak mendapatkannya, kecuali orang yang rajin membaca Laa ilahaillalloh, karena Aku-lah yang langsung memberi syafa’at kepadanya”.
Memaafkan Demi Kemuliaan (HR Muslim)
Posted by ozenk potgieter/محمد بحر العلوم on
Filed within
Islamic,
Nasihat Islam
Sudah menjadi konsekuensi dalam kehidupan bermasyarakat adalah timbulnya berbedaan dan kesalahan. entah kita yang berbuat salah kepada orang lain atau orang lain yang berbuat salah kepada kita.
Sudah semestinya orang yang berbuat salah untuk segera meminta maaf kepada orang yang menjadi korbannya. akan tetapi tidak harus si korban memaafkan setiap kesalahan itu. karena memaafkan adalah hak setiap individu.
Akan tetapi Islam selalu menganjurkan setiap ummatnya untuk bersifat pemaaf. karena memaafkan adalah sikap terpuji. memaafkan adalah tindakan baik dan termasuk amal sholeh. bahkan Allah memberi nilai plus untuk bagi hambaNya yang memaafkan kesalahan orang lain. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
Artinya : "Dan tidaklah Allah menambahkan bagi seorang hamba yang memaafkan kecuali kemuliaan." (HR Muslim)
Kemuliaan yang dimaksud adalah kemuliaan diakherat dan pahala yang besar. akan tetapi Allah juga memberi bonus yaitu kemuliaan didunia. jadi, bagi pemaaf akan mendapatkan 2 kemuliaan yaitu kemuliaan didunia dan akherat.
Melalui artikel ini, saya mengajak para pembaca untuk menjadi orang yang pemaaf bagi siapa saja yang memiliki salah kepada kita, sebisa mungkin untuk memaafkan sebelum pelaku meminta maaf. jika kesalahan tersebut terlalu besar, setidaknya kita berusaha untuk memaafkan walau belum mampu.
Source : Artikel Islami
Sudah semestinya orang yang berbuat salah untuk segera meminta maaf kepada orang yang menjadi korbannya. akan tetapi tidak harus si korban memaafkan setiap kesalahan itu. karena memaafkan adalah hak setiap individu.
Akan tetapi Islam selalu menganjurkan setiap ummatnya untuk bersifat pemaaf. karena memaafkan adalah sikap terpuji. memaafkan adalah tindakan baik dan termasuk amal sholeh. bahkan Allah memberi nilai plus untuk bagi hambaNya yang memaafkan kesalahan orang lain. Rosulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- bersabda :
وَمَا زَادَ اللَّهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ إِلَّا عِزًّا
Artinya : "Dan tidaklah Allah menambahkan bagi seorang hamba yang memaafkan kecuali kemuliaan." (HR Muslim)
Kemuliaan yang dimaksud adalah kemuliaan diakherat dan pahala yang besar. akan tetapi Allah juga memberi bonus yaitu kemuliaan didunia. jadi, bagi pemaaf akan mendapatkan 2 kemuliaan yaitu kemuliaan didunia dan akherat.
Melalui artikel ini, saya mengajak para pembaca untuk menjadi orang yang pemaaf bagi siapa saja yang memiliki salah kepada kita, sebisa mungkin untuk memaafkan sebelum pelaku meminta maaf. jika kesalahan tersebut terlalu besar, setidaknya kita berusaha untuk memaafkan walau belum mampu.
Source : Artikel Islami









